”Misa Rabu Abu ini dihadiri oleh kurang lebih 35 napi beragama Katolik dan 54 napi beragama Kristen,” ungkap Jonet Suzana Tetelepta Pembina Rohani Kristen dan Katolik Rutan Cipinang.
Dalam Misa tersebut, Pastor Yustinus Sumaryono mengajak para napi menyadari arti puasa yang sesungguhnya. Puasa bukan hanya masalah makan dan minum, tapi puasa adalah upaya manusia mengendalikan hawa nafsunya. ”Puasa dapat melatih manusia untuk mengendalikan seluruh indera dan mengaktifkan hidup rohani di hadapan Allah.”
Kegiatan berpuasa dan berpantang diharapkan juga dapat mengendalikan dorongan kejahatan dan segala ketidakbaikan manusia. Di akhir khotbah, ia mengajak para napi turut serta berpuasa dan berpantang selama 40 hari dan rajin berdoa.
Selain para napi, Misa dihadiri para pendamping pelayanan rohani Rutan Cipinang yang dikoordinatori Sin Warouw. Sebagian besar anggota kelompok ini adalah anggota kelompok Persaudaraan Rosario Santo Yakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Menurut Sin, awal pelayanan di rutan dimulai dengan kegiatan mengaku dosa pada Desember 2009. Berkat kebaikan pemimpin rutan, kegiatan pendampingan bisa dilanjutkan dengan Misa tiap Kamis sejak awal 2010 sampai sekarang.
Di Rutan Cipinang Misa Rabu Abu baru diadakan dua kali, yaitu pada tahun 2010 dan 2011. Selain Misa Rabu Abu, pelayanan rohani juga diadakan setiap Kamis, pukul 14.30 WIB. Sebelum ada Gereja Galilea, Misa diadakan di tempat tamu berkunjung. Tempatnya sempit dan di dekat toilet. Setelah Misa, biasanya diadakan acara permainan, tetapi sekarang tidak bisa lagi karena ada perasaan segan mengadakan permainan di dalam Gereja Galilea.
”Rasanya kurang pas jika membuat acara permainan di dalam gereja yang sudah penuh dengan kursi-kursi panjang,” ujar Sin.
A. Nendro Saputro



0 Response to "Misa Rabu Abu di Rutan"
Posting Komentar